wind-tropical-beach-1920x1080-wallpaper

Aku menulis karena hampir gila dengan keadaan yang hampir membunuhku diujung dunia yang tak bertuan. Ditemani hembusan angin dan desiran ombak yang menggebu.

Sejenak terasa sunyi karena akal sehatku dicuri waktu yang terus berputar tanpa ada sedikitpun toleransi untuk mengulanginya. Atau terkadang hampa teringat dosa masa lalu beserta pendosa lainnya.

Dosa yang seakan memanggil bahkan merayu tanpa henti untuk kembali berdansa dengannya.

Dosa yang menawarkan indahnya kemewahan dunia dipayungi kenikmatan sesaat yang menyesatkan.

Sungguh kehadiranmu mengganggu diriku, terasa bising jika kau datang, jengah dengan kehadiranmu yang terus datang tanpa tanpa tahu jalan untuk pulang. Dengan kata lain sang dosa seakan tersesat dalam tubuhku, hingga akhirnya diriku sendiri yang terbelenggu oleh dosa itu.

Sudah cukup sampai disini kau menari diatas kebodohanku. Selamat tinggal dosa, sang kawan lama pemberi warna hitam dalam lembar hidupku. “Selamat jalan dengan pendosa lainnya”.

Advertisements